NASIONAL

Menjadi Barometer Ormas di DIY, Forum Jogja Rembug (FJR) Gelar Syukuran Ultah ke-16 dengan Peduli Anak Yatim

×

Menjadi Barometer Ormas di DIY, Forum Jogja Rembug (FJR) Gelar Syukuran Ultah ke-16 dengan Peduli Anak Yatim

Sebarkan artikel ini
Foto (Ist)

Archipelagotimes.com – Bahwa dalam rangkaian momentum merayakan ulang tahun ormas FJR yang dirintis sejak medio~tahun 2005 dan dikukuhkan pada malam Minggu Legi 3 Mei 2009 oleh Almarhum Cak Harno (Pendiri sekaligus Ketua Umum pertama FJR), maka diperlukan adanya kegiatan untuk menguatkan, menumbuhkembangkan jalinan persaudaraan ormas FJR dengan warga masyarakat sekaligus  merawat kepedulian sosial, maka pada hari Minggu 4 Mei 2025 ormas FJR mengadakan syukuran ulang tahun ke-16 sekaligus bakti sosial berupa pembagian tali asih dan paket kepedulian khususnya bagi yang lemah secara ekonomi (Anak Yatim dan Dhuafa) yang dilaksanakan di Jl. Kabupaten, Jambon, Trihanggo, Gamping, Sleman, DIY.

Dalam acara ini, dihadiri ratusan anggota FJR dari berbagai latar belakang, juga tamu undangan diantaranya perwakilan dari Dandim 0732 Sleman, perwakilan dari Kapolresta Sleman, utusan dari Bupati Bantul, Hariyanto SH (Ketua DPC Peradi Sleman), Ririn Haryani (Founder Yogyakarta Berbagi), serta beberapa tokoh masyarakat Jogja dan warga di sekitar lokasi acara.

Menurut Rendika Budi Setiawan, SH., MH. selaku ketua panitia berharap acara yang digelar sederhana dan guyub ini semoga bermanfaat luas, menjadi inspirasi kebaikan yang mampu turut menumbuhkan semangat kepedulian, kebersamaan, persaudaraan dalam melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawab sosial kita kepada warga masyarakat.

Sedangkan, Panji Wening Hariyanto Ketua Umum FJR dalam sambutan singkatnya berpesan agar gerakan ormas FJR senantiasa mengedepankan Rembug dan Gelar Gulung dengan ciri khas FJR yaitu solidaritas diinternal anggota juga tidak melupakan kepedulian terhadap potret fakta sosial kemanusiaan.

Dalam pesan tertulis nya, Muhlis, SH, MH selaku Dewan Pengawas FJR juga mengingatkan bahwa adanya gelombang kritik tajam yang mengarah ke Ormas, kita sikapi positif sebagai momentum mengembalikan Ormas ke jati dirinya, dimana saat ini tantangan perubahan zaman semakin rumit & komplek, sehingga Ormas semestinya bisa hadir kembali sebagai garda terdepan dalam turut menjawab suara batin warga masyarakat, bukan justru sebaliknya malah jadi musuh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *