Archipelagotimes.com – Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda Islam (GPI), Irwan Abd. Hamid, memberikan dukungan penuh terhadap program hilirisasi tambang emas rakyat yang diusung Presiden terpilih Prabowo Subianto bersama Gibran Rakabuming. Menurutnya, transformasi dari tambang ilegal (PETI) ke tambang legal rakyat (PERA) adalah langkah cerdas demi menyelamatkan lingkungan sekaligus ekonomi rakyat kecil.
Irwan menegaskan, sudah saatnya aktivitas pertambangan di Indonesia bebas dari bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan sianida. “Dampaknya ke lingkungan dan kesehatan masyarakat itu parah. Jangan sampai masyarakat sekitar tambang jadi korban diam-diam,” tegas Irwan.
Kasus pengungkapan jaringan distribusi sianida ilegal di Surabaya oleh Mabes Polri menjadi alarm keras. Data menunjukkan ada lebih dari 2.600 titik distribusi bahan kimia ini di seluruh Indonesia—mayoritas dipakai untuk tambang emas ilegal. “Ini bukan masalah kecil. Negara dirugikan, rakyat terancam,” tambahnya.
Sebagai mahasiswa doktoral di bidang hukum pidana, Irwan menilai praktik tambang ilegal bukan hanya merusak ekosistem, tapi juga menggerogoti keuangan negara. “Miliaran rupiah hilang setiap tahun karena emas diambil tanpa izin. Yang untung cuma mafia tambang,” katanya.
Irwan juga mendesak pemerintah segera menerapkan Konvensi Minamata secara menyeluruh. Konvensi ini adalah perjanjian global yang melarang penggunaan merkuri di sektor pertambangan kecil, demi menghindari kerusakan jangka panjang pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Tak sampai di situ, Irwan juga menyerukan agar semua perusahaan penyedia sianida ditinjau ulang. “Kalau terbukti terlibat dalam distribusi ilegal, izinnya harus dicabut. Termasuk perusahaan plat merah. Jangan sampai BUMN malah jadi ‘penyalur’ bahan kimia berbahaya ke tambang ilegal,” ujarnya tegas.
Ia berharap, Presiden Prabowo nantinya bisa segera memanggil stakeholder terkait untuk mencari solusi permanen. “Hilirisasi tambang ini bukan hanya soal industri, tapi soal masa depan bumi dan anak cucu kita. Negara harus hadir dan berpihak pada keselamatan rakyat,” tutup Irwan.