NASIONAL

Pancasila Versi Realita: Mimpi Buruk yang Tak Pernah Usai

×

Pancasila Versi Realita: Mimpi Buruk yang Tak Pernah Usai

Sebarkan artikel ini
Lambang Pancasila
Lambang Pancasila (Ist)

Dukungan kalian bikin semangat terus berkarya! Kalau suka kontennya, boleh banget traktir kopi via Saweria

Archipepagotimes.com – Bayangkan sebuah negara yang punya Pancasila sebagai dasar negara—lima sila yang katanya jadi pondasi moral dan ideologi. Tapi kenyataannya, yang terjadi malah sering bikin geleng-geleng kepala: janji manis berubah jadi mimpi buruk yang tak pernah usai.

Sila pertama tentang Ketuhanan Yang Maha Esa seharusnya menjadi dasar toleransi. Namun kenyataan? Kita malah melihat konflik antaragama yang kadang meletus seperti petasan tak jelas waktunya. Sila kedua soal Kemanusiaan yang adil dan beradab, tapi berapa banyak pelanggaran HAM yang tak pernah diusut tuntas?

Persatuan Indonesia yang seharusnya menyatukan justru sering terkoyak oleh kepentingan politik dan ekonomi. Musyawarah untuk mencapai mufakat (sila keempat) lebih sering jadi ajang sandiwara politik, bukan ruang dialog yang bermakna. Sedangkan keadilan sosial (sila kelima) terasa jauh dari genggaman bagi mayoritas rakyat yang hidup dalam ketimpangan ekonomi.

Pancasila ideal seolah jadi dongeng yang selalu diceritakan ulang, tapi realita sosial-politik Indonesia lebih mirip film horor tanpa akhir yang bikin susah tidur.

Kalau Pancasila benar-benar dijalankan, tak akan ada ruang untuk korupsi merajalela, kekerasan oleh aparat, atau diskriminasi sistemik. Tapi kenyataannya? Seringkali nilai-nilai itu hanya jadi slogan kosong, dipakai hanya saat hari besar untuk menarik simpati dan dukungan politik.

Jadi, apakah kita sudah benar-benar hidup dengan Pancasila? Atau cuma memakainya sebagai kostum untuk menutupi kegagalan sistem?

Hari Lahir Pancasila harus jadi alarm untuk bangsa ini: sudah saatnya berhenti bermimpi, dan mulai bertindak. Kalau tidak, mimpi buruk yang sama akan terus menghantui generasi demi generasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *