Archipelagotimes.com – Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Merah Putih (MMP) bersama sejumlah aktivis lingkungan menggelar konferensi pers di Jakarta, menuntut tindakan tegas dari Presiden Prabowo Subianto terhadap praktik tambang emas ilegal yang masih marak terjadi di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku.
Dalam konferensi bertema “Segera Tangkap Haji Munding dan Helena”, mereka menuding adanya keterlibatan aktor-aktor intelektual dan pendana utama di balik aktivitas ilegal tersebut. Nama Haji Munding menjadi sorotan sebagai tokoh kunci yang disebut-sebut mengendalikan aliran dana dan aktivitas perendaman emas di Jalur H dan Jalur B di Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata.
“Asal usul kerugian negara jelas. Aktivitas pertambangan ilegal ini berlangsung secara terang-terangan. Negara dirugikan, dan lingkungan dirusak,” ujar Asriano, Koordinator MMP Jakarta, dalam konfrensi pers, di jakarta, Rabu, (04/06/2025).
Lebih dari sepuluh poster aksi terlihat dalam acara itu, membawa pesan kuat seperti “Negara Tidak Boleh Kalah dari Mafia Tambang” dan “Mahasiswa Merah Putih Dukung Asta Cita Presiden Prabowo.”
Desakan Serius kepada Penegak Hukum
Mahasiswa juga mendesak Polda Maluku untuk segera menindaklanjuti dugaan kejahatan lingkungan ini. Mereka meminta Kapolda Maluku memerintahkan Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) segera menjerat para pelaku utama, termasuk mereka yang melanjutkan perendaman di lokasi yang sebelumnya telah dipasangi garis polisi.
“Jalur H dan Jalur B sudah jadi titik rawan, tapi perendaman emas tetap beroperasi. Ini pelanggaran pidana berat yang tak bisa ditoleransi,” tegas Asriano.
Siap Gelar Aksi di Mabes Polri dan Kementerian
Sebagai bentuk lanjutan dari desakan mereka, Mahasiswa Merah Putih merencanakan aksi unjuk rasa besar-besaran dalam waktu dekat. Aksi tersebut akan menyasar tiga lembaga penting: Mabes Polri, Kementerian ESDM, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Mereka berharap pemerintah segera menyelesaikan skandal pertambangan ilegal di Pulau Buru secara menyeluruh dan transparan.
Dukung Program Asta Cita Prabowo
Dalam pernyataan persnya, para mahasiswa menyatakan komitmen untuk mengawal visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam bidang hilirisasi tambang dan perlindungan lingkungan. Mereka menegaskan peran mahasiswa sebagai agen kontrol sosial yang tidak bisa diam ketika kepentingan rakyat dan negara dikorbankan demi keuntungan segelintir mafia tambang.