NASIONAL

Bahlil Resmi Tambah Kuota Minyak Tanah untuk Maluku

×

Bahlil Resmi Tambah Kuota Minyak Tanah untuk Maluku

Sebarkan artikel ini
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Archipelagotimes.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menepati janjinya untuk menambah kuota minyak tanah bagi Provinsi Maluku. Tambahan sebesar 3.000 kiloliter (KL) akan mulai didistribusikan pada triwulan II tahun 2025, tepatnya sejak April. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bahlil ke Ambon pada Desember 2024 lalu dalam rangka peluncuran program BBM Satu Harga.

“Tambahan 3.000 KL itu akan mulai jalan di triwulan II ini. Prosesnya dimulai sejak April,” ujar Bahlil usai memantau kesiapan arus balik sektor ESDM selama Ramadan dan Idulfitri di Ambon, Sabtu (5/4/2025). Lalu

Namun, Bahlil menegaskan bahwa penambahan kuota bukan keputusan yang bisa dilakukan instan. “Saya ingin masyarakat tahu, bikin kebijakan itu ada prosesnya. Enggak bisa hari ini ngomong, besok langsung jalan,” jelasnya.

Komitmen tersebut lahir dari pengamatan langsung di lapangan. Saat berkunjung ke Ambon, Bahlil melihat bahwa minyak tanah masih menjadi sumber energi utama warga Maluku, bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tapi juga transportasi.

Pada awal 2025, Maluku sudah mendapat alokasi minyak tanah sebanyak 103.292 KL untuk didistribusikan ke 11 kabupaten dan kota. Namun hingga 27 Maret 2025, realisasinya baru 25.757 KL atau sekitar 24,9%.

Kota Ambon menjadi penerima alokasi terbesar, yakni 29.545 KL, dengan distribusi baru 7.314 KL. Penyalur utamanya adalah Awak Mobil Tangki (AMT) yang berjumlah delapan unit, mengisi peran penting di daerah yang belum memiliki SPBU Kompak maupun SPBU Nelayan.

Selain Ambon, dua daerah dengan distribusi tertinggi adalah Seram Bagian Timur dan Buru Selatan, yang penyalurannya telah melampaui 25% dari kuota masing-masing.

Dengan tambahan kuota ini, pemerintah berharap distribusi minyak tanah bisa lebih merata dan benar-benar menjawab kebutuhan energi masyarakat Maluku yang selama ini masih bergantung pada sumber bahan bakar konvensional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *