Jakarta – Kritik keras terhadap Kementerian Komunikasi Digital (KOMDIGI) meledak dalam bentuk aksi nyeleneh. Sejumlah warga yang tergabung dalam komunitas Nusa Ina Connection (NIC) akan menggelar “Pameran Situs Slot Judi Online” di depan kantor KOMDIGI RI pada Senin 07 s/d Rabu, 09 Juli 2025. Aksi ini merupakan sindiran tajam terhadap sikap diam Menteri KOMDIGI soal maraknya situs judi online.
“Pameran” ini digelar selamatiga hari dan terbuka untuk umum. Namun, jangan salah, ini bukan pameran biasa—melainkan bentuk satir publik yang menohok. Lokasinya pun dipilih strategis: tepat di depan pintu masuk KOMDIGI RI.
“Dulu KOMDIGI ribut-ribut soal pemberantasan judi online. Sekarang kenapa diam? Situs-situs resmi judi malah makin menjamur. Negara ini kalah sama mafia, atau… jangan-jangan sudah kerja sama?” sindir Abdullah Kelrey Founder NIC dalam keterangannya., Jumat, (04/07/2025).
NIC juga berencana mengundang langsung Menteri KOMDIGI Meutya Hafid untuk hadir pada pembukaan acara. Tujuannya? Bukan sekadar seremoni, tapi untuk menunjukkan daftar alamat situs-situs judi online yang masih bebas tayang di Indonesia.
“Barangkali Ibu Menteri memang belum tahu, jadi akan kami bantu tunjukkan alamat-alamat situs judi yang mudah sekali diakses warga,” tambahnya.

Aksi ini sekaligus menjadi bentuk teguran terbuka kepada pemerintah yang dianggap lalai dalam melindungi masyarakat dari bahaya masif judi daring. Kata Kelrey
Pertanyaan Kritis untuk Negara
Fenomena ini memunculkan tanda tanya serius:
- Mengapa situs-situs judi online bisa tetap eksis meski disebut ilegal?
- Benarkah pemerintah tak sanggup menutup akses digital para bandar?
- Atau ada pembiaran sistematis dari pejabat tinggi negara termasuk KOMDIGI RI sendiri?
Catatan:
Aksi ini dirancang bukan sebagai ajakan berjudi, melainkan sebagai bentuk protes kreatif dan satire yang menggugah kesadaran publik akan lemahnya kontrol pemerintah terhadap kejahatan digital.