Kontranarasi.com – Ketua PP SBT Jabodetabek angkat suara terkait slogan Fachri Husni Alkatiri yang berbunyi”SBT Gerak Cepat” itu hanya omong kosong belaka.
Dengan mengutip ucapan Fachri bahwa, 100 hari kerja itu sebagai awal waktu untuk mengukur perjalanan sebuah organisasi itu fokus atau tidak, pentahapannya serta tanda-tanda keberhasilannya jalan atau tidak.
Dengan demikian jika dilihat pemerintahan Fachri – Vitho hari ini belum ada kerja yang benar benar nyata, semua masih dalam wacana pepesan kosong. Ujar Ketua PP SBT Jabodetabek, Irlandia Fesanlau, Senin, (07/07/2025).
Irfandi menilai, roda pemerintahan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dibawa kepemimpinan Fachri – Vitho hanya berkutat pada rotasi atau pergantian naik turunnya jabatan dilingkungan OPD dengan terus mempraktikan cara cara lama dalam mengelola pemerintahan.
Sebagai kepala daerah, nyaris tak ada kebijakan yang bisa membuat publik Seram Bagian Timur (SBT) bersorak riang gembira sembari menepuk tangan kepada Fachri. Ini malah sebaliknya. Katanya
Selain itu, Fachri juga tidak pernah turun ke lapangan mengecek arus perputaran ekonomi masyarakat di lapangan, dengan mendatangi pasar pasar tradisional sebagai sentral pusat ekonomi rakyat. Ia lebih fokus pada program pencitraan daripada mengurai masalah mendasar di SBT seperti pengangguran dan kemiskinan.
Fachri terlihat lebih nyaman diberikan mic diatas panggung berbicara teoritis, dengan mengutip ayat ayat agar terlihat dan terkesan pemimpin yang cerdas. Padahal, jika kita lebih jelih melihat kedalam sebenarnya Fachri terlalu banyak wacana, banyak angan angan tanpa kerja nyata yang konkrit dilapangan. Tuturnya