Archipelagotimes.com – Kenaikan pangkat Komjen Pol Winarto, S.H., M.H. menjadi Komisaris Jenderal Polisi bukan sekadar simbol penghargaan, tetapi juga cerminan kepercayaan negara atas rekam jejak panjangnya di tubuh Polri. Banyak pihak kini menilai, perwira tinggi yang dikenal bersih, humanis, dan berintegritas itu adalah sosok yang tepat mengisi posisi Wakapolri dalam waktu dekat.
Komjen Winarto dikenal luas sebagai pemimpin yang tegas namun tetap mengedepankan pendekatan dialogis dan profesional. Ia telah mengemban berbagai penugasan penting di bidang operasional, kelembagaan, dan pembinaan SDM dengan rekam jejak tanpa cela.
“Pak Winarto punya karakter kepemimpinan yang kuat, tidak reaktif, dan sangat memahami dinamika institusi, baik ke dalam maupun ke luar. Beliau tahu kapan harus tegas, dan kapan harus mendengar. Sosok seperti ini yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan strategis seperti Wakapolri,” ujar Abdullah Kelrey, Founder Nusa Ina Connection (NIC), Selasa, (08/07/2025).
Menurut Abdullah, selama ini Winarto juga dikenal sebagai figur yang mendorong Polri tampil lebih transparan, humanis, dan responsif terhadap tuntutan publik, khususnya dalam agenda reformasi layanan kepolisian.
“Beliau tidak hanya bekerja di balik meja. Ia aktif menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan, termasuk komunitas masyarakat akar rumput di wilayah timur Indonesia. Itu mencerminkan kepemimpinan yang inklusif dan membumi,” katanya
Winarto dikenal sebagai pemimpin yang tak hanya cakap strategi, tapi juga mampu menjaga soliditas institusi di tengah tekanan politik dan sosial. Keberadaannya di posisi Wakapolri dinilai akan menjadi penyeimbang strategis bagi Kapolri, serta memperkuat arah transformasi menuju Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).
Dengan latar belakang prestasi dan karakteristik kepemimpinan yang matang, tak heran bila Komjen Pol Winarto mulai disebut-sebut sebagai salah satu calon kuat Wakapolri yang akan menjadi figur pengayom, pelindung, sekaligus pemimpin yang bisa menjembatani kebutuhan masyarakat dan institusi kepolisian.