Archipelagotimes.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Muhammad Riza Chalid (MRC) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di PT Pertamina (Persero). Riza Chalid ditetapkan bersama delapan tersangka lainnya atas kerugian keuangan dan perekonomian negara yang ditaksir mencapai Rp285 triliun lebih.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Abdul Qohar, menjelaskan bahwa Riza diduga melakukan perbuatan melawan hukum secara bersama-sama dengan tersangka HB, AN, dan GRJ. Mereka terlibat dalam manipulasi kebijakan penyewaan Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Merak melalui PT Orbit Terminal Merak (OTM), perusahaan milik Riza Chalid.
“PT Pertamina pada saat itu tidak membutuhkan tambahan penyimpanan stok BBM, tetapi para tersangka justru memaksakan adanya kerja sama penyewaan terminal dengan menghapus skema kepemilikan aset dalam kontrak dan menetapkan harga sewa tinggi,” kata Qohar dalam konferensi pers di Gedung Jampidsus, Jakarta, Kamis (10/7).
Kontrak yang dijalin antara PT Pertamina dan PT OTM seharusnya berlangsung selama 10 tahun, di mana pada akhir masa kontrak, aset terminal BBM Merak akan menjadi milik PT Pertamina Patra Niaga. Namun, klausul tersebut dihilangkan tanpa dasar yang sah.
Berdasarkan hasil kajian dari Pranata UI, seharusnya Pertamina mendapatkan hak kepemilikan atas aset tersebut setelah masa kontrak berakhir. “Namun klausul sharing aset itu dihilangkan, sehingga merugikan keuangan negara dalam jumlah sangat besar,” ujar Qohar.
Kejaksaan Agung juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini Riza Chalid belum memenuhi panggilan penyidik. Ia diketahui tidak berada di Indonesia dan berdomisili di Singapura. “Sudah tiga kali dipanggil, tapi tidak hadir. Kami sedang mengambil langkah-langkah hukum untuk mendatangkan yang bersangkutan ke tanah air,” tegas Qohar.
Daftar 9 Tersangka Kasus Tata Kelola Minyak Mentah 2018–2023:
-
AN – VP Supply dan Distribusi PT Pertamina (2011–2015)
-
HB – Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (2014)
-
TN – VP Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina (2017–2018)
-
DS – VP Product Trading ISC Pertamina (2019–2020)
-
AS – Direktur Gas, Petrokimia & Bisnis Baru PT Pertamina International Shipping (PIS)
-
HW – SVP ISC Pertamina (2018–2020)
-
MH – Business Development Manager PT Trafigura (2019–2021)
-
IP – Business Development Manager PT Mahameru Kencana Abadi
-
MRC (Muhammad Riza Chalid) – Beneficial Owner PT Tanki Merak & PT Orbit Terminal Merak