Archipelagotimes.com – Ratusan orang yang tergabung dalam kelompok Aksi Remaja Indonesia Bersatu (AJAIB) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/7). Aksi tersebut menyoroti berbagai persoalan dalam penyelenggaraan ibadah haji serta mempertanyakan integritas kelembagaan Kementerian Agama.
Dalam orasinya, massa menilai lemahnya sistem perlindungan jemaah dan kurangnya akuntabilitas dari instansi terkait, khususnya menyusul lambannya respons diplomatik terhadap otoritas Arab Saudi dalam sejumlah persoalan teknis dan administratif.
“Minimnya peran aktif dari perwakilan Futada dan lambatnya tanggapan dari Kementerian Agama menunjukkan lemahnya sistem pengawasan dan tanggung jawab kelembagaan dalam melindungi jemaah,” ujar salah satu juru bicara aksi, Coli.
Tak hanya itu, AJAIB juga menyoroti dugaan tindakan asusila yang melibatkan pegawai dari salah satu bank milik negara. Kasus tersebut disebut memiliki keterkaitan dengan lingkungan kerja mantan Menteri Agama.
“Kami mendesak agar dilakukan investigasi menyeluruh atas kasus ini. Penting bagi institusi untuk menunjukkan komitmen nyata dalam mencegah kekerasan seksual dan memberikan perlindungan kepada korban,” tegas Coli.
AJAIB menilai krisis kepercayaan publik terhadap Kementerian Agama telah mencapai titik kritis. Mereka menyebut bahwa absennya kepemimpinan yang responsif serta kegagalan dalam memberikan pelayanan publik menjadi alasan utama perlunya langkah korektif.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, AJAIB secara tegas mendesak Menteri Agama, Nasaruddin Umar, untuk mundur dari jabatannya.
“Pengunduran diri Menteri Agama akan menjadi simbol pemulihan kepercayaan publik serta membuka jalan bagi reformasi kelembagaan yang lebih partisipatif dan substansial,” tutup Coli.