Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Kritik Hadirnya Kopi Jhoni dan Lapangan Padel di Universitas Trilogi : Kampus Dinilai Bergeser ke Arah Komersialisasi
Archipelagotimes.com – Kebijakan Universitas Trilogi dalam menghadirkan tenant Mie Aceh Kopi Jhoni dan pembangunan lapangan padel kembali menuai kritik dari mahasiswa. Sahrir Jamsin, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Trilogi, menegaskan bahwa kedua fasilitas tersebut merupakan bagian dari skema sewa-menyewa antara pihak kampus dan pengelola usaha, sehingga wajib dievaluasi dari sisi dampak, transparansi, dan keberpihakan kepada mahasiswa.
Menurut Sahrir, kampus tidak boleh hanya melihat aspek pendapatan, tetapi harus memastikan bahwa setiap kerja sama komersial memberi manfaat nyata bagi lingkungan akademik.
Sahrir menilai kehadiran Kopi Jhoni telah membawa dampak sosial yang sebelumnya tidak pernah terjadi di lingkungan kampus, khususnya terkait maraknya aktivitas merokok di area yang dahulu steril dari asap rokok.
“Kalau ini murni hubungan sewa-menyewa, maka kampus tetap bertanggung jawab penuh terhadap dampak yang ditimbulkan. Aturan kawasan bebas rokok seharusnya tidak gugur hanya karena ada tenant,” tegas Sahrir.
Ia menilai pembiaran tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan sarana dan prasarana (sarpras) kampus terhadap mitra usaha.
Selain tenant kuliner, Sahrir juga menyoroti keberadaan lapangan padel yang merupakan kerja sama antara pengelola dan pihak kampus. Menurutnya, fasilitas tersebut tidak berdampak langsung bagi mahasiswa dan justru mempersempit ruang kreativitas mahasiswa.
“Lapangan padel ini bukan kebutuhan utama mahasiswa. Pertanyaannya sederhana: fasilitas ini diperuntukkan untuk siapa? Sementara ruang PKM dan ruang aktivitas mahasiswa justru tidak menjadi prioritas,” ujarnya.
Sahrir juga mempertanyakan pendapatan parkiran yang hingga kini tidak terlihat berkontribusi pada peningkatan fasilitas parkir mahasiswa.
“Pendapatan parkir jelas ada, tetapi fasilitas parkiran mahasiswa tidak mengalami perbaikan. Ini perlu dibuka secara transparan: ke mana lari uang parkiran selama ini?” kata Sahrir.
Sebagai mahasiswa Ekonomi Pembangunan, ia menilai transparansi pengelolaan pendapatan non-akademik merupakan bagian dari tata kelola kampus yang sehat dan berkelanjutan.
Atas berbagai persoalan tersebut, Sahrir secara tegas meminta Rektor Universitas Trilogi untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sarana dan prasarana kampus, khususnya terkait:
Penawaran dan kerja sama kampus dengan tenant Mie Aceh Kopi Jhoni;
Keberadaan dan peruntukan lapangan padel ;
Pengelolaan serta pemanfaatan pendapatan parkiran kampus.
“Evaluasi ini penting agar kampus tidak terjebak dalam logika bisnis semata. Pendidikan harus kembali menempatkan mahasiswa sebagai subjek utama, bukan korban dari kerja sama komersial,” tutup Sahri