Archipelagotimes.com - Malaysia merupakan salah satu negara dengan ekosistem mangrove terluas di Asia Tenggara. Hutan mangrove tersebar di Sabah, Sarawak, Johor, Perak, Selangor, Kedah hingga Pulau Pinang, dan berperan penting dalam melindungi garis pantai, menyerap karbon, serta menjadi habitat berbagai jenis ikan, udang, kepiting, burung, dan satwa liar lainnya.
Berdasarkan publikasi "Status of Mangrove in Malaysia" (Forest Research Institute Malaysia/FRIM) tahun 2024, Malaysia memiliki sekitar 39 spesies tumbuhan mangrove asli yang terdiri atas mangrove sejati (true mangroves) dan spesies asosiasi.
Data Terbaru Lima Tahun Terakhir
Dalam lima tahun terakhir, pemerintah Malaysia terus melakukan pemantauan terhadap kondisi hutan mangrove.
Data terbaru dari Kementerian Sumber Asli dan Kelestarian Alam Malaysia yang dipublikasikan pada Januari 2026 menunjukkan:
- Luas hutan mangrove Malaysia saat ini mencapai sekitar 586.548 hektare.
- Luas tersebut setara dengan 3,26% dari total kawasan berhutan Malaysia.
Sejak tahun 2017, Malaysia kehilangan sekitar 42.500 hektare hutan mangrove akibat abrasi pantai, pembangunan pesisir, konversi lahan untuk pertanian, budidaya perikanan, dan infrastruktur.
Meskipun menghadapi tekanan, pemerintah Malaysia bersama lembaga penelitian seperti FRIM dan berbagai universitas terus memperkuat program rehabilitasi mangrove dan penelitian karbon biru (blue carbon). Penelitian terbaru tahun 2026 di Sungai Pulai, Johor, menunjukkan bahwa jenis Sonneratia dan Avicennia memiliki kapasitas penyimpanan karbon yang sangat tinggi sehingga menjadi spesies penting dalam mitigasi perubahan iklim.
Jenis Mangrove Utama di Malaysia
Beberapa jenis mangrove yang paling banyak dijumpai di Malaysia antara lain:
1. Rhizophora apiculata (Bakau Minyak)
Merupakan jenis mangrove paling dominan di Malaysia. Kayunya dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, arang, dan rehabilitasi kawasan pesisir.
2. Rhizophora mucronata (Bakau Kurap)
Memiliki akar tunjang yang besar dan sangat efektif menahan abrasi pantai.
3. Rhizophora stylosa
Umumnya tumbuh di pantai berpasir dan pulau-pulau kecil.
4. Avicennia alba (Api-api Putih)
Berfungsi sebagai pelopor pada kawasan berlumpur baru dan memiliki akar napas yang khas.
5. Avicennia marina
Salah satu jenis yang paling toleran terhadap kadar garam tinggi dan banyak ditemukan di pesisir terbuka.
6. Avicennia officinalis
Berperan penting sebagai habitat berbagai jenis ikan dan kepiting.
7. Bruguiera gymnorhiza (Tumu Merah)
Memiliki batang besar dan kayu yang bernilai ekonomi tinggi.
8. Bruguiera cylindrica
Sering ditemukan di kawasan pasang surut bagian tengah.
9. Bruguiera parviflora
Tumbuh pada tanah berlumpur yang stabil.
10. Bruguiera sexangula
Membentuk hutan campuran dengan Rhizophora.
11. Ceriops tagal
Mampu bertahan pada kondisi salinitas tinggi.
12. Ceriops decandra
Lebih jarang ditemukan namun menjadi bagian penting ekosistem mangrove.
13. Sonneratia alba (Pedada)
Umumnya tumbuh di bagian depan pantai dan berfungsi sebagai penahan gelombang.
14. Sonneratia caseolaris
Buahnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan tradisional.
15. Sonneratia griffithii
Merupakan salah satu spesies yang tergolong langka.
16. Xylocarpus granatum
Dikenal sebagai mangrove "cannonball" karena bentuk buahnya yang bulat besar.
17. Xylocarpus moluccensis
Banyak ditemukan di bagian belakang kawasan mangrove.
18. Nypa fruticans (Nipah)
Daunnya dimanfaatkan sebagai bahan atap tradisional dan niranya dapat diolah menjadi gula.
19. Aegiceras corniculatum
Tumbuh di daerah estuari dan muara sungai.
20. Lumnitzera racemosa dan Lumnitzera littorea
Merupakan jenis mangrove yang memiliki bunga berwarna putih dan merah.
Selain itu masih terdapat berbagai spesies lain seperti Excoecaria agallocha, Heritiera littoralis, Kandelia candel, Scyphiphora hydrophyllacea, Acanthus ilicifolius, serta sejumlah spesies lainnya sehingga total mencapai sekitar 39 spesies yang telah didokumentasikan FRIM.
Sebaran Mangrove di Malaysia
Kawasan mangrove terbesar berada di:
- Sabah
- Sarawak
- Johor
- Perak
- Selangor
- Kedah
- Pulau Pinang
Sabah dan Sarawak menjadi penyumbang terbesar luas mangrove nasional karena memiliki garis pantai yang panjang dan kawasan estuari yang luas.
Tantangan Pelestarian
Ancaman utama terhadap mangrove di Malaysia meliputi:
- Abrasi pantai.
- Kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim.
- Konversi lahan menjadi tambak dan perkebunan.
- Pembangunan kawasan industri dan pelabuhan.
- Pencemaran limbah pesisir.
Karena itu, pemerintah Malaysia mendorong rehabilitasi mangrove, perlindungan kawasan konservasi, serta pengembangan penelitian karbon biru untuk mendukung target pengurangan emisi nasional.
Kesimpulan
Malaysia memiliki salah satu kekayaan mangrove terbesar di Asia Tenggara dengan sekitar 39 spesies mangrove asli yang berfungsi sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, dan habitat keanekaragaman hayati. Namun, data terbaru menunjukkan luas mangrove kini sekitar 586.548 hektare, menurun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya akibat tekanan pembangunan dan perubahan lingkungan. Upaya konservasi, rehabilitasi, serta penelitian ilmiah menjadi kunci agar ekosistem mangrove Malaysia tetap lestari dan mampu mendukung ketahanan pesisir di masa depan.
