Ist
Penulis : Vivian (Suka Traveling).
Archipelagotimes.com - Pertumbuhan pariwisata global yang mencapai nilai USD 11,7 triliun pada 2025 menunjukkan sektor ini sangat vital. Namun, pertumbuhan ini juga membawa dampak lingkungan yang signifikan.
Wisata berkelanjutan hadir sebagai solusi untuk menjaga keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan.
Dari sisi kesehatan, lingkungan wisata yang bersih dan hijau berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Udara bersih dan ruang terbuka meningkatkan kesehatan fisik dan mental.
Namun, lonjakan wisatawan sering menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti sampah dan degradasi ekosistem.
Data Januari 2026 menunjukkan lebih dari 1,01 juta wisatawan asing datang dalam satu bulan , yang jika tidak dikelola dapat memperparah tekanan lingkungan.
Masalah lainnya adalah kurangnya kesadaran wisatawan terhadap konsep eco-tourism.
Solusi utama adalah penerapan prinsip carrying capacity di setiap destinasi wisata.
Pemerintah juga perlu mendorong penggunaan energi terbarukan dan pengelolaan sampah terpadu di kawasan wisata.
Wisata berkelanjutan bukan hanya tren, tetapi kebutuhan mendesak untuk menjaga kesehatan bumi dan keberlanjutan ekonomi.
