
Ist
Archipelagotimes.com - Abdullah Kelrey, Founder Nusa Ina Connection (NIC), mengapresiasi kinerja Polri dalam mengusut berbagai kasus tindak pidana korupsi. Namun, ia mempertanyakan penanganan kasus dugaan pemerasan yang menjerat mantan Ketua KPK, Firli Bahuri, yang hingga kini dinilainya belum menunjukkan perkembangan signifikan di Polda Metro Jaya.
Menurut Kelrey, Polri harus menunjukkan komitmen penegakan hukum yang adil dan tidak tebang pilih dalam menangani setiap perkara. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus mendorong Polri agar menuntaskan penanganan kasus yang diduga melibatkan Firli Bahuri maupun dugaan kasus yang menyeret Febrie.
"Jika Polri tidak segera menyelesaikan kasus Firli Bahuri, maka publik dapat menilai bahwa penanganan perkara ini memiliki tendensi politik," ujar Kelrey.
Sehari sebelumnya, Rabu (8/7/2026), tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi dalam rangka penyidikan perkara dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), dan suap.