Abrasi Pantai Dorong Penguatan Konservasi Mangrove
Lebih kecil
Bawaan
Lebih besar
Bagikan:
Archipelagotimes.com - Ancaman abrasi pantai di berbagai wilayah Indonesia mendorong pemerintah memperkuat upaya konservasi mangrove sepanjang 2026. Mangrove dinilai menjadi pelindung alami kawasan pesisir karena mampu mengurangi energi gelombang sebelum mencapai daratan.
Data Badan Informasi Geospasial dan berbagai hasil penelitian menunjukkan abrasi masih terjadi di sejumlah wilayah pesisir akibat kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia. Kondisi tersebut memperkuat pentingnya rehabilitasi kawasan mangrove sebagai solusi berbasis alam.
Kementerian Kehutanan menjelaskan bahwa rehabilitasi mangrove dilakukan secara bertahap di kawasan prioritas dengan memperhatikan kondisi ekologi, pasang surut, dan jenis vegetasi yang sesuai agar tingkat keberhasilan penanaman lebih tinggi.
Selain mengurangi abrasi, keberadaan mangrove juga membantu menjaga kualitas perairan, melindungi habitat biota laut, serta meningkatkan produktivitas perikanan tangkap yang menjadi sumber pendapatan masyarakat pesisir.
Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dapat mempercepat pemulihan ekosistem mangrove sehingga ketahanan pesisir Indonesia semakin kuat menghadapi perubahan iklim.