Archipelagotimes.com - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun menyatakan pengelolaan ekosistem mangrove dan wilayah pesisir telah menjadi isu strategis yang mendapat perhatian masyarakat internasional. Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Hands-on Audit Training in the Blue Economy: Mangrove and Coastal Area Audit di Balai Diklat Pemeriksaan Keuangan Negara (BDPKN), Bali.
Menurut Isma, pengelolaan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati, meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, melindungi masyarakat pesisir, serta mendukung kesejahteraan melalui pengembangan ekonomi biru (blue economy).
Ia menegaskan lembaga pemeriksa atau Supreme Audit Institutions (SAI) memiliki tanggung jawab untuk memastikan tata kelola sektor publik berjalan secara akuntabel, transparan, dan berkelanjutan.
Melalui pelatihan tersebut, BPK juga berupaya memperkuat kapasitas pemeriksa di tingkat internasional sekaligus meningkatkan kerja sama antarlembaga pemeriksa dalam menghadapi tantangan lingkungan global.
.png)