Archipelagotimes.com - Krisis air bersih menjadi salah satu tantangan lingkungan paling serius pada 2026. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan dunia telah memasuki era baru yang disebut sebagai "global water bankruptcy" atau kebangkrutan sumber daya air akibat eksploitasi berlebihan, degradasi ekosistem, dan dampak perubahan iklim. Sebagaimana dikutip dari laporan United Nations University Institute for Water, Environment and Health (UNU-INWEH), sekitar 75 persen populasi dunia kini tinggal di wilayah yang mengalami ketidakamanan air, sementara 4 miliar orangmenghadapi kelangkaan air yang parah setidaknya satu bulan setiap tahun.
Laporan tersebut juga menyebut kerugian ekonomi akibat degradasi sumber daya air, penurunan cadangan air tanah, dan perubahan iklim diperkirakan telah melampaui US$300 miliar per tahun. Selain itu, lebih dari 170 juta hektare lahan irigasi dunia mengalami tekanan air yang tinggi sehingga mengancam produktivitas pertanian dan ketahanan pangan global.
Sementara itu, UN World Water Development Report 2025 yang diterbitkan UNESCO dan UN-Water menegaskan bahwa ekosistem air tawar, termasuk sungai, danau, rawa, dan daerah aliran sungai, terus mengalami degradasi akibat pencemaran, pembangunan bendungan, perubahan tata guna lahan, dan perubahan iklim. Laporan tersebut menyebut kondisi ini memperburuk ketersediaan air bersih bagi miliaran penduduk dunia.
Data Sustainable Development Goals Report 2025 menunjukkan penurunan populasi spesies air tawar mencapai 83 persen sejak 1970, menjadikan ekosistem air tawar sebagai salah satu yang paling terancam di dunia. Para ahli menilai tanpa perbaikan tata kelola air, risiko konflik sumber daya, krisis pangan, dan migrasi akibat kekurangan air akan semakin meningkat.
PBB mendorong setiap negara memperkuat konservasi daerah aliran sungai, meningkatkan efisiensi penggunaan air, memulihkan ekosistem yang rusak, serta mempercepat investasi infrastruktur air bersih. Langkah tersebut dinilai menjadi kunci untuk menjaga ketahanan air global di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim.
