![]() |
| Jepretan Layar (play google.com). |
Archipelagotimes.com - Teknologi pemetaan digital telah mengubah cara wisatawan menjelajahi sebuah destinasi. Jika dahulu wisatawan harus membawa peta fisik atau bertanya kepada masyarakat sekitar untuk menemukan lokasi tertentu, kini berbagai informasi geografis dapat diakses melalui smartphone. Peta digital membantu wisatawan menemukan lokasi, memperkirakan jarak dan memahami posisi suatu tempat sebelum maupun ketika berada di perjalanan.
Penggunaan teknologi pemetaan menjadi semakin penting ketika wisatawan mengunjungi destinasi yang belum dikenal.
Dengan bantuan navigasi digital, pengguna dapat melihat jalur perjalanan dan menentukan alternatif rute. Teknologi seperti ini juga membantu wisatawan memperkirakan waktu perjalanan sehingga itinerary dapat dibuat lebih realistis.
Namun, penggunaan peta digital tidak berarti wisatawan harus mengabaikan kondisi lapangan. Jalan yang tercantum pada peta belum tentu selalu dapat dilalui, terutama di wilayah pedesaan, pegunungan, kepulauan atau kawasan yang infrastrukturnya terus berkembang. Karena itu, informasi digital sebaiknya dibandingkan dengan informasi lokal.
Teknologi pemetaan juga memberikan manfaat bagi pengelola destinasi. Lokasi objek wisata, fasilitas umum, tempat makan, pusat transportasi dan berbagai layanan pendukung dapat ditampilkan secara digital. Kehadiran informasi tersebut membuat destinasi lebih mudah ditemukan oleh wisatawan yang melakukan pencarian melalui internet.
Bagi pelaku UMKM wisata, keberadaan lokasi yang akurat di platform pemetaan digital juga menjadi bagian dari strategi pemasaran. Wisatawan yang menemukan sebuah destinasi dapat langsung mencari lokasi penginapan, restoran, toko oleh-oleh atau atraksi wisata di sekitarnya.
Karena itu, informasi digital yang akurat dapat membantu memperluas peluang ekonomi masyarakat lokal.
Teknologi pemetaan juga dapat dikombinasikan dengan teknologi lain seperti augmented reality, data lalu lintas, informasi transportasi dan layanan berbasis lokasi.
WTTC memasukkan teknologi digital, super apps, konektivitas dan teknologi imersif sebagai bagian dari perkembangan yang berpotensi membentuk perjalanan wisata masa depan.
Meski praktis, wisatawan tetap perlu menyiapkan rencana cadangan.
Baterai smartphone dapat habis, sinyal internet dapat hilang dan data peta bisa saja tidak sesuai dengan kondisi terbaru. Mengunduh peta offline, membawa power bank dan menyimpan alamat penting secara tertulis merupakan langkah sederhana agar teknologi menjadi pendukung perjalanan, bukan sumber masalah baru.
Sumber: UN Tourism, Technology in Tourism ; WTTC, Technology Game Changers: Future Trends in Travel & Tourism.
