Kehilangan Keanekaragaman Hayati Kian Mengkhawatirkan

Ilustrasi

Archipelagotimes.com - Hilangnya keanekaragaman hayati terus menjadi perhatian dunia di tengah meningkatnya tekanan terhadap ekosistem alami. Sebagaimana dikutip dari laporan United Nations Environment Programme (UNEP)yang dipresentasikan pada Sidang Majelis Lingkungan PBB, lebih dari 1 juta spesies tumbuhan dan satwa kini berada dalam ancaman kepunahan akibat perubahan iklim, degradasi habitat, pencemaran, dan eksploitasi sumber daya alam. 

Laporan tersebut menegaskan bahwa krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, degradasi lahan, dan pencemaran merupakan tiga krisis lingkungan yang saling berkaitan. UNEP memperkirakan dunia memerlukan investasi hingga US$8 triliun per tahun untuk mencapai target emisi nol bersih, memulihkan ekosistem, dan mengurangi tekanan terhadap alam. Jika berhasil dilakukan, manfaat ekonomi global diperkirakan dapat mencapai US$100 triliun per tahun pada 2070

Sementara itu, laporan Protected Planet Report yang dipublikasikan UNEP dan IUCN menunjukkan hingga 2025 baru sekitar 17,6 persen wilayah daratan dan 8,4 persen kawasan laut yang memperoleh perlindungan efektif. Angka tersebut masih jauh dari target global 30 persen kawasan daratan dan laut terlindungi pada 2030 yang disepakati dalam Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming–Montreal. 

Para ilmuwan menilai hilangnya habitat akibat deforestasi, pembangunan infrastruktur, pertambangan, dan ekspansi pertanian menjadi penyebab utama menurunnya populasi satwa liar. Kondisi tersebut diperparah oleh perubahan iklim yang mengubah pola migrasi, reproduksi, dan distribusi berbagai spesies di dunia. 

UNEP menyerukan peningkatan kawasan konservasi, restorasi ekosistem, penghentian deforestasi, serta penguatan kebijakan perlindungan spesies agar target keanekaragaman hayati global pada 2030 dapat tercapai. 

Sumber: UNEP Global Environment Outlook 2025, Protected Planet Report 2025, IUCN.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Kehilangan Keanekaragaman Hayati Kian Mengkhawatirkan
  • Kehilangan Keanekaragaman Hayati Kian Mengkhawatirkan
  • Kehilangan Keanekaragaman Hayati Kian Mengkhawatirkan
  • Kehilangan Keanekaragaman Hayati Kian Mengkhawatirkan
  • Kehilangan Keanekaragaman Hayati Kian Mengkhawatirkan
  • Kehilangan Keanekaragaman Hayati Kian Mengkhawatirkan
Posting Komentar