
Ist
Archipelagotimes.com - Pernyataan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang mengimbau masyarakat untuk menghemat gas dengan cara “mematikan kompor jika masakan sudah matang” meledakkan kemarahan publik.
Alih alih menjadi solusi, ucapan tersebut justru dianggap sebagai simbol kemiskinan gagasan yang memalukan di tengah krisis energi yang semakin nyata.
Pernyataan itu bahkan diibaratkan seperti “menyuruh orang bernapas untuk menghemat udara" terdengar konyol, dangkal, dan jauh dari substansi persoalan.
Maemun, Founder Aktivist Conection, dengan nada lantang mengecam keras pernyataan tersebut.
Ia menilai, ucapan Bahlil bukan hanya blunder, tetapi telah menampar akal sehat masyarakat Indonesia.
“Ini bukan sekadar salah ucap, ini bentuk penghinaan terhadap kecerdasan rakyat. Seolah olah masyarakat selama ini memasak tanpa logika. Pernyataan seperti ini menunjukkan betapa jauhnya pejabat dari realitas penderitaan rakyat,” Tegas Maemun dengan nada geram. Jum'at, Jakarta (27/03/2026).
Lebih jauh, Maemun menyebut bahwa dalam tubuh Kabinet Merah Putih, sosok Bahlil justru kerap menjadi sumber kegaduhan publik akibat pernyataan yang dinilai kontroversial dan minim substansi.
“Setiap kali berbicara, yang muncul bukan solusi, tapi polemik. Ini bukan lagi sekadar kekeliruan komunikasi, ini sudah menjadi pola. Dan pola ini berbahaya bagi stabilitas kepercayaan publik,” lanjutnya.
Ia bahkan secara tegas mendesak Presiden untuk segera mengambil langkah drastis.
Lebih lanjut, kata Maimun “Kalau kabinet ini ingin tetap memiliki marwah di mata rakyat, maka tidak ada pilihan lain selain melakukan reshuffle. Dan nama Bahlil harus berada di daftar teratas untuk dievaluasi. Negara tidak bisa dikelola dengan pernyataan yang terdengar seperti bahan lelucon di warung kopi,”
Menurutnya, krisis energi adalah persoalan serius yang membutuhkan kecerdasan, empati, dan strategi besar bukan sekadar imbauan normatif yang terasa seperti satire pahit.
“Rakyat hari ini sedang berjuang bertahan hidup, bukan butuh nasihat receh yang merendahkan nalar. Jika pejabat tidak mampu menghadirkan solusi, maka yang harus dilakukan adalah mundur atau diganti. Sesederhana itu,” Tutup Maemun.