![]() |
| Foto - Antara.com |
Archipelagotimes.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 yang digagas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah daerah dilaporkan mengalami kendala distribusi, mulai dari keterlambatan pengiriman hingga kualitas makanan yang dinilai kurang layak. Kondisi ini memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk orang tua siswa dan pemerhati kebijakan publik.
Di beberapa wilayah, laporan yang beredar di media sosial menunjukkan makanan yang diterima siswa dalam kondisi dingin dan kurang higienis. Bahkan, terdapat kasus dugaan keracunan ringan yang menimpa sejumlah siswa sekolah dasar. Meski belum terkonfirmasi secara menyeluruh, kejadian ini membuat program unggulan tersebut dipertanyakan efektivitas pengawasannya.
Pemerintah melalui Kementerian terkait menyatakan bahwa kendala distribusi merupakan bagian dari tantangan awal implementasi program berskala nasional. Mereka menegaskan bahwa evaluasi tengah dilakukan, termasuk peninjauan ulang terhadap mitra penyedia makanan dan sistem logistik yang digunakan di berbagai daerah.
Sementara itu, pengamat kebijakan sosial menilai bahwa program ini memiliki tujuan baik, namun perlu perencanaan matang terutama dalam aspek rantai pasok dan standar kualitas. Tanpa pengawasan ketat, program berpotensi tidak mencapai target peningkatan gizi yang diharapkan.
Sumber :
