ISMEI Ingatkan Kepala Daerah Se-Indonesia, Pentingnya Hilirisasi Pertanian Hadapi Krisis Global

Firman Fadirubun (Ist).

Archipelagotimes.com - Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) melalui Presidium Nasionalnya, Firman Fadirubun, mengingatkan seluruh kepala daerah se-Indonesia untuk merespons secara serius dinamika global yang semakin kompleks dengan memperkuat hilirisasi sektor pertanian sebagai langkah strategis menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Firman Fadirubun menyampaikan bahwa kondisi politik global di awal tahun 2026 ditandai dengan persaingan teknologi, keamanan ekonomi, serta munculnya titik-titik panas geopolitik baru. Negara-negara besar saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi lebih memprioritaskan aspek keamanan nasional.

Sejumlah kejadian global turut mempertegas situasi tersebut, seperti peristiwa di Venezuela di mana Amerika Serikat melakukan eskalasi penangkapan Presiden Nicolás Maduro yang memicu ketegangan diplomatik antara blok Barat dan aliansi pendukung Maduro. Selain itu, persaingan di kawasan Indo-Pasifik juga semakin meningkat, dengan ketegangan di Laut China Selatan yang tetap tinggi serta fokus rivalitas Amerika Serikat dan China yang bergeser ke arah “Sovereign AI” dan kontrol atas mineral kritis di Afrika dan Asia Tenggara. Ujar Firman Fadirubun, Selasa (07/04/2026).

Di sisi lain, konflik di Timur Tengah dan Ukraina masih berlangsung, dengan perang di Ukraina yang terus berlanjut sebagai perang atrisi atau kelelahan. Sementara itu, stabilitas di Timur Tengah tetap rapuh dan berpotensi mengganggu jalur perdagangan penting dunia, termasuk Selat Hormuz.

Di tengah kondisi tersebut, Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo berupaya menjaga kebijakan luar negeri yang bebas-aktif, sekaligus memperkuat pertahanan perbatasan dan kemandirian pangan nasional guna memitigasi dampak ketidakstabilan global. Katnya

Menurut Firman, situasi ini harus direspons serius oleh seluruh kepala daerah di Indonesia dengan menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas utama pembangunan. Pendekatan yang digunakan adalah Asta Cita, yang menekankan pada penguatan korporasi petani dengan mendorong petani bergabung dalam koperasi atau kelompok besar agar memiliki skala ekonomi untuk membangun pabrik pengolahan sendiri.

Selain itu, pembangunan infrastruktur desa juga menjadi hal penting, khususnya dalam memperbaiki akses jalan dan listrik ke sentra produksi agar mesin pengolahan dapat beroperasi secara efisien di dekat lahan pertanian. Pemerintah daerah juga didorong untuk memberikan insentif pajak dan kemudahan investasi bagi pihak yang ingin membangun pabrik pengolahan di wilayah terpencil.

Lebih lanjut, penajaman kebijakan hilirisasi dan kemandirian pangan perlu diperluas, tidak hanya pada sektor tambang tetapi juga mencakup sektor agrikultur dan kelautan. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan lapangan kerja baru secara masif serta mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku. Lanjutnya

Namun demikian, Firman juga menyoroti bahwa hilirisasi agrikultur masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada aspek teknologi, permodalan, dan logistik.

Terakhir, Firman menegaskan pentingnya peran aktif seluruh kepala daerah di Indonesia dalam mendorong kebijakan yang mampu memperkuat sektor pertanian dan hilirisasinya, sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan krisis global yang terus berkembang.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • ISMEI Ingatkan Kepala Daerah Se-Indonesia, Pentingnya Hilirisasi Pertanian Hadapi Krisis Global
  • ISMEI Ingatkan Kepala Daerah Se-Indonesia, Pentingnya Hilirisasi Pertanian Hadapi Krisis Global
  • ISMEI Ingatkan Kepala Daerah Se-Indonesia, Pentingnya Hilirisasi Pertanian Hadapi Krisis Global
  • ISMEI Ingatkan Kepala Daerah Se-Indonesia, Pentingnya Hilirisasi Pertanian Hadapi Krisis Global
  • ISMEI Ingatkan Kepala Daerah Se-Indonesia, Pentingnya Hilirisasi Pertanian Hadapi Krisis Global
  • ISMEI Ingatkan Kepala Daerah Se-Indonesia, Pentingnya Hilirisasi Pertanian Hadapi Krisis Global
Posting Komentar