
Ist
Archipelagotimes.com – Mahasiswa Muda Transparansi (MMT) menyoroti peran strategis Perumda Pembangunan Sarana Jaya sebagai instrumen vital dalam peta jalan Jakarta menuju kota global. Dengan aset yang masif dan mandat pembangunan yang kompleks, Sarana Jaya dinilai memerlukan penguatan struktur kepemimpinan untuk memastikan seluruh potensi bisnis bertransformasi menjadi manfaat nyata bagi publik.
Ketua Umum MMT, Abid Zahid Fadillah, menegaskan bahwa fondasi bisnis Sarana Jaya yang sudah terbangun kuat saat ini memerlukan "nakhoda" yang lengkap dan tim yang memiliki frekuensi kerja yang sama.
Menurut Abid, tantangan pembangunan di Jakarta tidak bisa lagi dihadapi dengan gaya kepemimpinan yang bersifat single-fighter. Ia mendorong adanya penguatan jajaran direksi untuk menciptakan sistem kepemimpinan yang kolektif-kolegial.
"Sarana Jaya mengelola aset yang sangat besar. Kami melihat, untuk mengawal transparansi sekaligus mengejar target profitabilitas, perusahaan membutuhkan tim kepemimpinan yang solid dan utuh. Kehadiran jajaran direksi yang lengkap akan menutup celah inefisiensi dan memperkuat fungsi pengawasan internal," ujar Abid Zahid Fadillah dalam keterangannya, Minggu (12/4).
Kepemimpinan sebagai Mesin Inovasi
Lebih lanjut, Abid menjelaskan bahwa penguatan struktur manajemen akan berdampak langsung pada kelincahan (agility) perusahaan dalam merespons dinamika pasar properti dan infrastruktur. Tim yang solid di level atas akan menjadi motor bagi inovasi pembiayaan yang lebih berani dan terukur.
"Kepemimpinan yang kuat adalah kepemimpinan yang mampu membangun tim yang inklusif. Jika jajaran direksinya lengkap dan kompak, maka pengambilan keputusan strategis—seperti optimalisasi aset dan pengembangan kawasan—bisa dilakukan secara lebih cepat dan akuntabel," tambahnya.
MMT memandang bahwa penguatan kepemimpinan bukan sekadar urusan manajerial, melainkan upaya menjaga marwah Sarana Jaya sebagai BUMD yang bersih dan profesional. Dengan nakhoda yang tangguh, perusahaan diharapkan mampu menghadirkan terobosan dalam penyediaan hunian terjangkau bagi warga Jakarta tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan bisnis.
"Kami dari kalangan mahasiswa menekankan pentingnya chemistry di pucuk pimpinan. Sarana Jaya harus bergerak seperti satu tubuh yang sehat. Dengan tim yang solid dan struktur kepemimpinan yang diperkuat, kami optimis Sarana Jaya akan menjadi role model pembangunan urban yang transparan dan progresif di masa depan," pungkas Abid.