
Ist
Archipelagotimes.com - Pertumbuhan populasi itik di Indonesia menunjukkan bahwa subsektor peternakan unggas masih memiliki prospek cerah. Permintaan daging maupun telur itik terus meningkat, terutama di sektor kuliner tradisional dan industri makanan olahan.
Badan Pusat Statistik (BPS) secara rutin mencatat populasi itik menurut provinsi sebagai indikator perkembangan usaha peternakan. Sementara itu, data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat jutaan ekor itik tersebar di berbagai wilayah sentra produksi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Bertambahnya populasi tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap usaha peternakan itik. Selain dijual sebagai telur konsumsi, itik afkir juga memiliki nilai ekonomi sebagai sumber daging yang banyak dibutuhkan rumah makan.
Peluang usaha semakin besar karena sistem pemeliharaan kini semakin modern. Peternak mulai menggunakan kandang semi intensif, pemberian pakan terukur, serta vaksinasi rutin sehingga produktivitas ternak meningkat.
Apabila dikelola secara profesional, bisnis itik mampu memberikan pendapatan yang stabil dan menjadi sumber ekonomi masyarakat pedesaan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.