Rivalitas AS-China di Indo-Pasifik Warnai Agenda Diplomasi ASEAN
Lebih kecil
Bawaan
Lebih besar
Bagikan:
Archipelagotimes.com - Persaingan strategis antara Amerika Serikat dan China kembali menjadi perhatian utama dalam rangkaian pertemuan ASEAN 2026. Isu keamanan maritim, perdagangan, serta stabilitas Indo-Pasifik menjadi fokus pembahasan para menteri luar negeri dari berbagai negara.
Sebagaimana dikutip dari Reuters, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dijadwalkan menghadiri forum ASEAN untuk membahas hubungan Washington-Beijing dan kemungkinan pertemuan Presiden Donald Trump dengan Presiden Xi Jinping.
Selain membahas hubungan bilateral kedua negara, forum tersebut juga mengangkat isu Laut China Selatan, perang dagang, serta keamanan rantai pasok global. ASEAN berupaya mempertahankan posisi netral dengan tetap menjalin hubungan baik bersama kedua kekuatan dunia tersebut.
China menegaskan pentingnya penyelesaian sengketa kawasan melalui dialog langsung dengan negara-negara terkait, sedangkan Amerika Serikat kembali menyatakan dukungan terhadap kebebasan navigasi dan penghormatan terhadap hukum laut internasional. Perbedaan pendekatan itu menjadikan Asia Tenggara sebagai kawasan strategis dalam persaingan geopolitik global.
Pengamat hubungan internasional menilai ASEAN menghadapi tantangan untuk menjaga sentralitas organisasi di tengah meningkatnya rivalitas kedua negara. Stabilitas kawasan dinilai sangat bergantung pada kemampuan ASEAN menjaga keseimbangan kepentingan keamanan dan ekonomi.
ASEAN berharap kerja sama regional tetap berjalan tanpa terpengaruh eskalasi persaingan global sehingga kawasan Indo-Pasifik tetap menjadi wilayah yang aman bagi perdagangan dan investasi internasional.