
Foto - Antara
Archipelagotimes.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 kembali menjadi perhatian setelah muncul dugaan markup anggaran dalam pengadaan bahan makanan di sejumlah daerah. Laporan awal dari lembaga swadaya masyarakat mengindikasikan adanya selisih harga yang cukup signifikan antara anggaran yang dicairkan dengan nilai riil di lapangan.
Kasus ini mencuat setelah dokumen internal yang diduga bocor beredar luas di media sosial. Dokumen tersebut memperlihatkan rincian pengeluaran yang tidak sesuai dengan harga pasar, terutama untuk bahan pokok seperti beras, telur, dan daging ayam. Hal ini memicu reaksi keras dari masyarakat yang menuntut transparansi.
Aparat penegak hukum dikabarkan telah mulai melakukan penyelidikan awal dengan memanggil beberapa pihak terkait, termasuk vendor penyedia makanan dan pejabat daerah yang terlibat dalam pelaksanaan program. Pemerintah pusat juga menyatakan komitmennya untuk mengusut tuntas dugaan tersebut.
Di sisi lain, pihak penyelenggara program di daerah membantah adanya praktik korupsi dan menyebut perbedaan harga disebabkan oleh biaya distribusi dan kondisi geografis. Namun, penjelasan tersebut dinilai belum cukup oleh publik yang menginginkan audit independen.
Para pengamat menilai bahwa kasus ini bisa menjadi ujian serius bagi kredibilitas program MBG. Jika tidak ditangani dengan transparan, kepercayaan masyarakat terhadap program sosial pemerintah dapat menurun drastis.
Sumber :