Archipelagotimes.com - Di tengah badai geopolitik global yang mengguncang pasar energi dunia akibat konflik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Iran.
Banyak negara harus menghadapi kenyataan pahit harga bahan bakar minyak (BBM) melonjak tajam dan menekan kehidupan rakyatnya.
Namun di Indonesia, keadaan justru berbeda. Harga BBM tetap stabil.
Maemun, Founder Aktivist Connection, memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas ketegasan dan keberanian kepemimpinannya dalam menjaga kedaulatan energi nasional.
Menurut Maemun, stabilitas harga BBM di Indonesia bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari kepemimpinan yang kuat dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
“Di saat dunia sedang diguncang krisis energi akibat perang Iran yang memicu lonjakan harga minyak global, Indonesia justru mampu berdiri tegak. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga berdaulat dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat,” Tegas Maemun. Jakarta, Minggu, (05/04/2026).
Secara global, konflik di kawasan Timur Tengah telah memicu lonjakan harga minyak dunia hingga puluhan persen karena terganggunya jalur distribusi energi internasional.
Harga minyak bahkan diproyeksikan naik drastis karena jalur strategis seperti Selat Hormuz terancam terganggu.
Dampaknya terasa di berbagai negara, Harga BBM di banyak kawasan melonjak tajam.
Di Thailand misalnya, harga bensin sudah menembus kisaran Rp27 ribu per liter, sementara diesel bahkan mencapai lebih dari Rp31 ribu per liter.
Sebaliknya di Indonesia, harga BBM masih relatif stabil. Pertalite tetap sekitar Rp10.000 per liter dan solar subsidi sekitar Rp6.800 per liter, jauh lebih rendah dibandingkan sejumlah negara di kawasan.
Jika dibandingkan secara global, harga bensin rata-rata dunia berada di kisaran USD 1,27 per liter, sementara Indonesia berada sekitar USD 0,73 per liter, yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan harga BBM yang lebih terjangkau bagi rakyatnya.
Maemun menilai stabilitas ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo mampu menjaga keseimbangan antara geopolitik global dan kepentingan nasional.
“Ketika negara lain menyerah pada tekanan pasar energi dunia, Indonesia justru menunjukkan kedaulatan. Kabinet Merah Putih bekerja dengan kesungguhan, dengan keikhlasan, dan dengan keberanian untuk memastikan rakyat tidak menjadi korban dari konflik global,” Ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan pemerintah menahan kenaikan harga BBM adalah bentuk keberpihakan nyata kepada rakyat kecil di tengah situasi global yang tidak menentu.
“Ini bukan sekadar kebijakan ekonomi. Ini adalah bukti bahwa negara hadir. Ketegasan Presiden Prabowo telah menjadikan Indonesia tetap berdiri kokoh di tengah badai krisis energi dunia,” Tutup Maemun.
